Jangan Sampai Salah! Beda Jenis Filter Udara, Beda Perawatannya
POJOKALTIM.CO.ID, BALIKPAPAN - Motor terasa makin berat saat diajak jalan? Tarikan nggak seresponsif biasanya? Jangan buru-buru menyalahkan bensin atau mesin. Bisa jadi masalahnya justru datang dari komponen yang sering dianggap sepele, yaitu filter udara.
Filter udara punya tugas penting, yakni menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang bakar mesin. Nah, kalau kotoran sudah menumpuk, aliran udara yang masuk bisa terhambat. Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar menjadi kurang ideal dan pembakaran mesin pun bisa ikut terganggu.
"Filter udara sering dianggap komponen kecil, padahal kondisinya sangat berpengaruh terhadap performa mesin. Karena itu, pemeriksaan dan penggantian filter udara sebaiknya dilakukan sesuai jadwal perawatan motor," ujar Yohanes Baptista, Manager Parts Astra Motor Kaltim 1.
Yang perlu diketahui, filter udara ternyata punya beberapa jenis. Ada yang berbahan busa atau urethane foam, ada dry paper, dan ada juga viscous paper element yang menggunakan lapisan oli untuk membantu menangkap debu.
Untuk filter berbahan busa, perawatannya bisa dilakukan dengan mencuci menggunakan air deterjen atau cairan pembersih yang sesuai, kemudian dikeringkan dan dilumasi kembali menggunakan oli. Perawatannya dilakukan secara berkala sesuai ketentuan motor.
Sementara filter jenis dry paper membutuhkan cara yang berbeda. Pembersihannya dilakukan menggunakan udara bertekanan dari bagian belakang filter dengan jarak nosel sekitar 3 cm. Setelah itu, bagian depan filter juga dapat dibersihkan menggunakan udara bertekanan dengan sudut sekitar 45 derajat. Intinya, jangan asal semprot dari jarak terlalu dekat karena bisa merusak elemen filter.
Nah, kalau motor Honda yang menggunakan viscous paper element, ceritanya berbeda. Filter jenis ini memiliki kemampuan menangkap debu yang baik berkat lapisan oli pada permukaannya. Namun, filter tersebut bukan tipe yang dicuci lalu dipakai kembali.
Kalau sudah kotor atau masa pemakaiannya mencapai sekitar 16.000 km, filter perlu diganti dengan yang baru sesuai rekomendasi perawatan.
Kenapa harus peduli? Karena filter udara yang terlalu kotor bisa bikin tarikan motor terasa berat. Udara yang masuk ke ruang bakar berkurang sehingga proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal.
Efek lainnya, konsumsi bahan bakar bisa ikut meningkat. Motor yang terasa kurang bertenaga sering kali membuat pengendara membuka gas lebih dalam untuk mendapatkan respons yang diinginkan. Dalam kondisi tertentu, pembakaran yang tidak optimal juga bisa menyebabkan penumpukan karbon di ruang bakar jika masalahnya dibiarkan terlalu lama.
Jadi, jangan tunggu motor terasa loyo baru ingat filter udara. Pemeriksaan dan perawatan rutin bisa dilakukan bersamaan saat servis berkala di AHASS. Selain membantu menjaga performa, langkah ini juga membuat kondisi komponen motor lebih terpantau.
Biar makin praktis dan nggak perlu lama antre, konsumen Honda juga bisa memanfaatkan layanan booking servis maupun layanan kunjung AHASS sesuai ketersediaan.
Motor boleh dipakai setiap hari, tapi jangan lupa kasih perhatian juga. Karena kadang, biang motor terasa berat bukan sesuatu yang rumitâbisa saja cuma filter udara yang sudah waktunya diperiksa. (azr)
