Turun Mesin Bikin Dompet Menjerit, Kenali Tandanys Sebelum Terlambat

POJOKALTIM.CO.ID, BALIKPAPAN - Mendengar istilah turun mesin alias overhaul, pemilik motor biasanya langsung auto was-was. Bukan tanpa alasan, proses ini dilakukan ketika ada masalah pada bagian dalam mesin dan membutuhkan pemeriksaan serta pembongkaran komponen secara lebih menyeluruh.

Selain proses pengerjaannya yang nggak sebentar, biaya yang dikeluarkan juga bisa lebih besar dibanding servis biasa. Makanya, jangan tunggu mesin sudah bermasalah parah baru mulai peduli.

Manager Parts Astra Motor Kaltim 1, Yohanes Baptista, mengatakan perawatan rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kerusakan mesin berkembang semakin jauh.

"Turun mesin biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada kondisi atau gejala yang bisa menjadi tanda awal. Karena itu, pengendara sebaiknya tidak mengabaikan perubahan pada performa maupun suara mesin dan segera melakukan pemeriksaan," ujar Yohanes.

Lalu, apa saja tanda yang harus diperhatikan?

Yang pertama adalah asap putih dari knalpot. Kalau asap yang keluar terlihat tidak normal, terutama jika terjadi terus-menerus, jangan buru-buru dianggap cuma efek cuaca. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan oli yang masuk ke ruang bakar dan perlu diperiksa lebih lanjut oleh teknisi.

Kedua, oli mulai bocor atau rembes. Jangan menunggu sampai lantai rumah penuh tetesan oli baru bertindak. Kebocoran bisa membuat volume oli berkurang sehingga pelumasan komponen mesin nggak maksimal. Kalau dibiarkan, masalahnya bisa merembet ke komponen lain.

Ketiga, suara mesin berubah jadi kasar atau muncul bunyi yang nggak biasa. Motor yang biasanya halus tiba-tiba terdengar lebih berisik? Jangan langsung naikkan volume musik biar nggak kedengaran. Bisa saja ada komponen yang mulai aus atau sistem pelumasan yang perlu diperiksa.

Keempat, tenaga motor terasa menurun. Misalnya, biasanya motor responsif saat diajak berakselerasi, tetapi sekarang terasa lebih berat atau loyo. Kondisi ini bisa disebabkan berbagai hal, termasuk masalah pada komponen mesin.

Kelima, motor sulit dihidupkan. Memang, motor susah menyala bisa disebabkan banyak faktor, mulai dari kelistrikan hingga sistem bahan bakar. Namun, kalau bagian tersebut sudah diperiksa dan kondisinya normal tetapi motor masih sulit dihidupkan, bagian dalam mesin juga perlu dicek.

"Semakin cepat gejala diketahui dan diperiksa, semakin besar peluang masalah bisa ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih berat. Jadi, jangan menunggu motor benar-benar mogok baru dibawa ke bengkel," lanjut Yohanes.

Lantas, bagaimana cara mengurangi risiko sampai harus turun mesin?

Yang paling basic tapi sering dilupakan adalah rutin ganti oli sesuai rekomendasi. Oli bukan cuma bikin mesin terasa licin, tetapi juga membantu melindungi komponen yang terus bekerja dan bergesekan di dalam mesin.

Kemudian, hindari sebisa mungkin menerobos banjir. Air yang masuk ke area mesin bisa menimbulkan masalah serius. Jadi kalau kondisi jalan sudah tergenang cukup tinggi, lebih baik cari rute alternatif daripada memaksakan motor menerobos.

Jangan lupa juga servis berkala. Dengan servis rutin di AHASS, kondisi motor bisa diperiksa secara menyeluruh dan potensi masalah dapat diketahui lebih awal.

Penggunaan suku cadang asli juga nggak kalah penting. Komponen yang sesuai dengan spesifikasi motor membantu menjaga performa dan daya tahan kendaraan.

"Perawatan rutin dan penggunaan suku cadang yang sesuai menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi mesin tetap optimal. Konsumen juga sebaiknya mengikuti jadwal perawatan yang direkomendasikan dan melakukan pemeriksaan ketika menemukan gejala yang tidak biasa," kata Yohanes.

Intinya, jangan sampai prinsipnya “selama masih jalan berarti aman.” Motor memang bisa saja tetap melaju meski ada komponen yang mulai bermasalah. Justru perubahan kecil seperti suara mesin, tenaga berkurang, oli rembes, asap tidak normal, atau motor sulit menyala bisa menjadi kode bahwa motor butuh perhatian.

Daripada menunggu masalah makin besar dan akhirnya harus turun mesin, lebih baik rutin dirawat dan segera periksa kalau mulai muncul gejala.

Motor yang dirawat rutin bukan cuma bikin perjalanan lebih nyaman, tapi juga membantu menjaga isi dompet tetap aman. Servis motor secara berkala di AHASS dan tetap #CariAman di setiap perjalanan. (azr)

Share: